Sabtu, 23 April 2022

TANGGUNG JAWAB AUDITOR TERHADAP PEKERJAAN AUDIT SERTA KONSEP JASA ASSURANS

 1.1.   Tanggung Jawab Auditor

Tujuan audit atas laporan keuangan adalah untuk memungkinkan auditor menyatakan suatu opini apakah laporan keuangan disusun, dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Pada SAS 1 AU 110 menyatakan bahwa auditor bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh kepastian yang layak tentang apakah laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material. Karena sifat bukti dan karekteristik kecurangan, auditor dapat memperoleh kepastian yang layak tetapi tidak absolut, bahwa salah saji yang material dapat dideteksi. Bila auditor juga melaporkan tentang keefektifan pengendalian internal atas pelaporan keuangan, auditor juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kelemahan yang material dalam pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

Salah saji umumnya dianggap material jika gabungan dari kekeliruan dan kecurangan yang belum dikoreksi dalam laporan keuangan kemungkinan akan mengubah atau mempengaruhi keputusan orang yang menggunakan laporan keuangan tersebut. Walaupun sulit mengukur materialitas, auditor bertanggung jawab memperoleh kepastian yang layak bahwa ambang batas materialitas ini telah terpenuhi.

Kepastian atau assurance merupakan ukuran tingkat kepastian yang diperoleh auditor pada saat menyelesaikan audit. SAS 104 menyatakan bahwa kepastian yang layak adalah tingkat kepastian yang tinggi tetapi tidak absolut bahwa laporan keuangan telah bebas dari salah saji material. Auditor bukanlah pemberi garansi atau penjamin atas kebenaran laporan keuangan. Auditor bertanggung jawab atas kepastian yang layak tetapi tidak absolut karena beberapa alasan berikut:

a.     Sebagian besar bukti audit diperoleh dari pengujian sampel populasi yang mengandung sejumlah resiko tidak terungkapnya salah saji material.

b.     Penyajian akuntansi mengandung estimasi yang kompleks yang melibatkan ketidakpastian serta dipengaruhi peristiwa-peristiwa di masa depan, sehingga auditor mengandalkan pada bukti yang persuasif tetapi tidak meyakinkan.

c.     Laporan keuangan yang disusun dengan penuh kecurangan seringkali sangat sulit dideteksi oleh auditor, apalagi bila ada kolusi di kalangan manajemen.

Jika auditor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua asersi dalam laporan keuangan telah benar, maka persyaratan bukti audit dan biaya pelaksanaan fungsi audit akan meningkat sehingga pelaksanaan audit secara ekonomis tidak praktis lagi. Pembelaan terbaik yang dapat dilakukan auditor apabila salah saji yang material tidak terungkap adalah melaksanakan audit sesuai dengan standar auditing.

 

1.2.   Jasa Assurans

Jasa assurans adalah jasa professional independen yang meningkatkan kualitas informasi bagi para pengambil keputusan. Jasa assurans membantu meningkatkan keandalan dan relevansi informasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Jasa assurans dapat dilakukan oleh akuntan publik atau oleh berbagai professional lainnya.

Salah satu kategori jasa assurans yang diberikan oleh akuntan publik adalah jasa atestasi. Jasa atestasi adalah jenis jasa assurans dimana KAP mengeluarkan laporan tentang reliabilitas suatu asersi yang disiapkan pihak lain. Jasa atestasi dibagi menjadi lima kategori:

a.     Audit atas laporan keuangan historis;

Suatu bentuk jasa atestasi dimana auditor mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan pendapat tentang apakah laporan keuangan tersebut telah dinyatakan secara wajar sesuai dengan GAAP. Audit ini merupakan jasa yang paling umum diberikan oleh KAP.

b.     Atestasi mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan;

Auditor diharuskan memberikan atestasi mengenai efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan, karena pengendalian internal yang efektif mengurangi kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan mendatang,

c.     Review laporan keuangan historis;

Akuntan publik hanya memberikan tingkat kepastian yang moderat atau sedang untuk review atas laporan keuangan jika dibandingkan dengan tingkat kepastian yang tinggi untuk audit sehingga lebih sedikit bukti yang diperlukan.

d.     Jasa atestasi mengenai teknologi informasi;

Banyak fungsi bisnis seperti pemesanan dan pembayaran dilakukan melalui internet atau secara langsung antarkomputer dengan menggunakan Electronics Data Interchange (EDI).  Para pelaku bisnis meminta kepastian yang lebih tinggi mengenai informasi transaksi dan sistem pengamanan yang melindunginya. Contoh jasa assurans yang dikembangkan yaitu WebTrust dan Systrust. Ketika menggunakan jasa WebTrust, KAP mengukur apakah situs web perusahaan sesuai dengan 5 prinsip trust service yaitu: keamanan, ketersediaan, integritas pemrosesan, privasi online dan kerahasiaan. Sedangkan jasa SysTrust menyediakan keyakinan pada manajemen, dewan direksi atau pihak ketiga mengenai keandalan dari sistem informasi yang digunakan untuk menghasilkan informasi real-time.

 

 

 

e.     Jasa atestasi lain yang dapat diterapkan pada berbagai permasalahan.

Sebagian besar jasa assurans lain yang diberikan oleh akuntan publik tidak memenuhi definisi jasa atestasi tetapi akuntan tetap harus independen dan harus memberikan kepastian tentang informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan.

 

Elemen kunci dari perikatan asurans:

a.     Hubungan tiga pihak: auditor/praktisi, pemangku kepentingan, dan pihak yang memberikan asersi

b.     Subject atau materi yang diaudit: Data (informasi keuangan atau proyek bisnis), sistem dan prosedur (cth: sistem pengendalian internal, sistem komputerisasi), Perilaku (kepedulian terhadap lingkungan, corporate governance)

c.     Kriteria yang sesuai: praktisi yang memberikan jasa assurans harus memiliki sesuatu yang dapat digunakan untuk menilai apakah suatu informasi itu dapat diandalkan dan dapat dipercaya, misalnya terkait laporan keuangan yang digunakan adalah Standar Akuntansi.

d.     Bukti yang cukup dan tepat untuk mendukung opini audit

e.     Laporan tertulis: diperlukan laporan assurans secara tertulis untuk diberikan kepada pengguna yang dituju dan berisi informasi tertentu yang ditentukan untuk menambah kepastian bahwa jaminan yang diberikan jelas dan tegas.

 

Tingkatan Assurans

a.     Perikatan assurans rasional

Auditor memberikan jaminan yang tinggi tetapi tidak absolut bahwa informasi yang diaudit bebas dari salah saji material dan dituangkan dalam pernyataan positif pada laporan audit.

b.     Perikatan assurans terbatas

Praktisi memberikan jaminan tingkat sedang bahwa informasi yang dilakukan review bebas dari salah saji material. Hal ini dituangkan dalam laporan dengan kalimat negatif.

Perbedaan utama dua tipe assurans tersebut adalah: bukti yang diperoleh dan opini yang diberikan.

 

Beberapa pemikiran terkait audit dan jasa asurans:

a.     Audit dapat meningkatkan kredibilitas

b.     Tidak dapat menjamin kelangsungan di masa depan

c.     Tidak dapat menjadi efektivitas dan efisiensi

d.     Memberikan jaminan yang rasional tetapi tidak absolut

e.     Keterbatasan bawaan dalam audit menyebabkan kesulitan auditor mendeteksi fraud

f.      Pekerjaan audit memungkinkan penilaian yang subjektif

Informasi yang Benar (True) dan Adil (Fair)

a.     Informasi dikatakan benar (true) apabila informasi bersifat faktual dan sesuai dengan kenyataan, tidak salah. Selain itu, informasi tersebut sesuai dengan standar dan hukum yang dipersyaratkan. Akun-akun telah diambil dengan benar dari buku atau catatan.

b.     Informasi dikatakan adil (fair) jika informasi bebas dari diskriminasi dan bias sesuai dengan standar dan aturan yang diharapkan. Akun-akun harus mencerminkan substansi komersial dari transaksi yang mendasari perusahaan.

 

Persyaratan Utama Profesional:

a.     Integritas

b.     Objektivitas

c.     Kompetensi Profesional dan Kehati-hatian

d.     Kerahasiaan

e.     Perilaku Profesional

 

Manfaat Jasa Assurans:

a.     Pengguna mendapatkan verifikasi dari seorang yang professional

b.     Perusahaan menjadi lebih terpercaya

c.     Mengurangi resiko kesalahan atau fraud dan bias oleh manajemen

d.     Meningkatkan perhatian pengguna jika dari hasil review diketahui terdapat inefisiensi

e.     Meningkatkan kualitas informasi yang bemanfaat bagi investor

 

Keterbatasan Jasa Assurans:

a.     Auditor tidak mengawasi proses penyusunan laporan keuangan dari awal sampai akhir.

b.     Sistem akuntansi dan pengendalian internal yang dapat diandalkan oleh penyedia assurans juga memiliki keterbatasan yang melekat.

c.     Sebagian besar bukti audit bersifat persuasif daripada konklusif.

d.     Praktisi assurans tidak akan menguji setiap item dalam informasi (menggunakan sampling).

e.     Anggota staf klien mungkin berkolusi dalam penipuan yang kemudian dapat dengan sengaja menyembunyikan kebenaran dari auditor atau memberikan gambaran yang salah kepada mereka.

f.      Ketentuan assurans dapat menjadi subjektif dan penilaian profesional harus dibuat (misalnya, tentang aspek apa dari permasalahan yang paling penting, berapa banyak bukti yang harus diperoleh, dll.).

g.     Beberapa hal dari informasi perlu dilakukan estimasi dan mengandung ketidakpastian.

h.     Sifat laporan asurans itu sendiri mungkin membatasi, karena setiap pertimbangan dan kesimpulan yang diambil asurans tidak dapat dimasukkan di dalamnya

 

Kesenjangan Harapan

Kesenjangan harapan berarti kesenjangan antara apa yang dipahami oleh penyedia jasa assurans dan apa yang diyakini oleh pengguna informasi. Hal ini sering terjadi karena pengguna tidak menyadari sifat dari batasan ketentuan jasa assurans, atau tidak memahaminya dan percaya bahwa penyedia assurans menawarkan layanan (seperti jaminan kebenaran) yang sebenarnya tidak. Perbedaan antara jaminan yang wajar dan terbatas juga dapat disalahpahami oleh pengguna.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar