Senin, 15 November 2021

Soal Manajemen Keuangan Bab I Introduction

 1.     Agency Problems. Siapa yang memiliki korporasi? Jelaskan proses dimana pemilik mengontrol manajemen perusahaan. Apa alasan utama adanya hubungan keagenan dalam bentuk organisasi korporat? Dalam konteks ini, masalah apa yang bisa muncul?

Jawaban:

-Pada perusahaan yang berbentuk korporasi, pemilik perusahaan adalah para pemegang saham.

-Pemilik melakukan kontrol terhadap perusahaan dengan cara pemilik (pemegang saham) menunjuk Direksi sebagai perpanjangan tangan pemegang saham, yang kemudian Direksi akan menunjuk manajemen perusahaan.

-Alasan utama hubungan keagenan dalam organisasi korporat yaitu adanya pemisahan antara pemilik (principal) dan manajemen (agent). Pemilik merekrut manajemen untuk melakukan tindakan untuk kepentingan pemilik dengan imbalan tertentu.

-Masalah yang mungkin muncul adalah masalah keagenan yaitu ketika manajemen mungkin bertindak untuk kepentingannya sendiri daripada kepentingan pemegang saham (konflik kepentingan). Jika hal ini terjadi, dapat bertentangan dengan tujuan utama manajemen keuangan yaitu memaksimalkan nilai saham (ekuitas) perusahaan.


2.     Not-for-Profit Firm Goals. Misalkan Anda adalah manajer keuangan dari bisnis Not-forProfit (mungkin rumah sakit Not-for-Profit). Jenis tujuan apa yang menurut Anda akan sesuai?

Jawaban:

Organisasi nonprofit tidak berfokus pada mencari keuntungan (laba), melainkan memberikan pelayanan sebaik-baiknya dengan sumber daya yang dimiliki. Organisasi nonprofit juga memiliki aset, kewajiban dan ekuitas, sehingga menurut saya tujuan manajemen keuangan pada organisasi non profit (nirlaba) adalah memaksimalkan ekuitas organisasi sehingga organisasi diharapkan akan dapat menjalankan fungsinya dalam memberikan pelayanan dengan efektif dan efisien.


3.     Goal of the Firm. Evaluasi pernyataan berikut: Manajer tidak boleh fokus pada nilai saham saat ini karena hal itu akan menyebabkan penekanan berlebihan pada keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan keuntungan jangka panjang.

Jawaban:

Nilai saham saat ini mencerminkan evaluasi pasar terhadap perusahaan pada saat ini dan masa yang akan datang. Berfokus pada nilai saham saat ini bukan berarti manajer keuangan mengorbankan keuntungan jangka panjang, justru sebaliknya, hal ini berarti bahwa manajer keuangan telah memperhitungkan kapan pengembalian modal akan diterima oleh investor, resiko atas pengembalian modal dan kebijakan deviden. Dapat dikatakan penyataan pada soal nomor 3 tersebut adalah tidak tepat.


4.     Ethics and Firm Goals. Dapatkah tujuan memaksimalkan nilai saham bertentangan dengan tujuan lain, seperti menghindari perilaku tidak etis atau ilegal? Secara khusus, apakah menurut Anda subjek seperti keselamatan pelanggan dan karyawan, lingkungan, dan kepentingan umum masyarakat sesuai dengan kerangka kerja ini, atau apakah pada dasarnya diabaikan? Pikirkan beberapa skenario khusus untuk menggambarkan jawaban Anda.

Jawaban:

Tujuan memaksimalkan nilai saham seharusnya sejalan atau tidak bertentangan dengan tujuan lain seperti menghindari perilaku tidak etis atau illegal. Keselamatan karyawan, lingkungan dan kepentingan umum tidak dapat diabaikan. Perusahaan tetap memiliki tanggung jawab sosial. Kita ambil skenario contohnya jika perusahaan tidak mengolah limbahnya dan merusak lingkungan, kemudian muncul tuntutan hukum, hal ini akan berimbas pada kepercayaan investor dan akhirnya menurunkan nilai perusahaan (nilai saham).


5.     International Firm Goal. Akankah tujuan memaksimalkan nilai saham berbeda untuk  manajemen keuangan di negara lain? Mengapa atau mengapa tidak?

Jawaban:

Tujuan memaksimalkan nilai saham seharusnya sama untuk manajemen keuangan di negara manapun, karena nilai saham merupakan tolok ukur dari nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai saham artinya semakin baik nilai perusahaan tersebut.


6.     Agency Problems. Misalkan Anda memiliki saham di sebuah perusahaan. Harga per saham saat ini adalah $ 25. Perusahaan lain baru saja mengumumkan bahwa mereka ingin membeli perusahaan Anda dan akan membayar $ 35 per saham untuk memperoleh semua saham yang beredar. Manajemen perusahaan Anda segera mulai melawan tawaran yang tidak bersahabat ini. Apakah manajemen bertindak untuk kepentingan terbaik pemegang saham? Mengapa atau mengapa tidak?

Jawaban:

Dalam kasus ini ada dua kemungkinan:

a.   a. Manajemen bertindak untuk kepentingan terbaik pemegang saham yaitu jika perlawanan manajemen terhadap tawaran dari perusahaan lain itu karena manajemen memiliki keyakinan akan dapat meningkatkan profit dan mencapai nilai saham lebih dari $35; atau

b.   b. Manajemen mungkin juga bertindak untuk kepentingan pribadinya jika perlawanan tersebut karena manajemen menghindari adanya akuisisi perusahaan yang dapat berakibat dirinya kehilangan pekerjaaan.


7.     Agency Problems and Corporate Ownership. Kepemilikan perusahaan bervariasi di seluruh dunia. Secara historis, individu memiliki mayoritas saham di perusahaan public di Amerika Serikat. Di Jerman dan Jepang, bagaimanapun, bank, lembaga keuangan besar lainnya, dan perusahaan lain memiliki sebagian besar saham di perusahaan publik. Menurut Anda, apakah masalah agensi cenderung lebih atau kurang parah di Jerman dan Jepang daripada di Amerika Serikat?

Jawaban:

Masalah agensi yang terjadi di Jerman dan Jepang dalam hal ini seharusnya lebih rendah daripada di Amerika Serikat. Di Jerman dan Jepang, jumlah pemilik saham secara keseluruhan lebih sedikit daripada di Amerika Serikat, sehingga mengurangi kemungkinan perbedaan pendapat. Bayangkan, apabila pemilik saham lebih banyak terdiri dari individual, tentunya kepentingan atau perbedaan pendapat cenderung lebih besar. Selain itu, manajemen mungkin memiliki kendali yang lebih besar terhadap perusahaan dan cenderung mengutamakan kepentingan pribadinya. Di Jerman dan Jepang, mayoritas saham dipegang oleh perusahaan atau lembaga keuangan, lebih memiliki pemahaman tentang bisnis daripada individual, sehingga memungkinkan pemilik dan manajemen menyelaraskan kepentingannya untuk perusahaan. Hal ini tentu saja menurunkan masalah keagenan.


8.     Agency Problems and Corporate Ownership. Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga keuangan besar seperti reksa dana dan dana pensiun telah menjadi pemilik saham dominan di Amerika Serikat, dan lembaga ini menjadi lebih aktif dalam urusan perusahaan. Apa implikasi dari tren ini untuk masalah keagenan dan kontrol perusahaan?

Jawaban:

Ketika pemegang saham mayoritas dipegang oleh lembaga keuangan besar seperti reksa dana atau dana pensiun, bagi perusahaan memungkinkan berkurangnya masalah keagenan karena lebih sedikit jumlah pemegang saham, lebih memudahkan kontrol terhadap manajemen perusahaan. Masalah keagenan mungkin timbul di antara pemilik dana (investor) yang menitipkan dananya pada lembaga keuangan / reksadana / dana pensiun. Hal ini terjadi ketika manajer pada perusahaan reksadana atau dana pensiun tersebut bertindak untuk lebih mementingkan keuntungannya sendiri daripada pemilik dana.


9.     Executive Compensation. Kritikus telah menuduh bahwa kompensasi kepada manajer puncak di Amerika Serikat terlalu tinggi dan harus dikurangi. Misalnya, berfokus pada perusahaan besar, Larry Ellison dari Oracle telah menjadi salah satu CEO dengan kompensasi terbaik di Amerika Serikat, menghasilkan sekitar $ 193 juta pada tahun 2008 saja dan $ 429 juta selama periode 2004-2008. Apakah jumlah tersebut berlebihan? Dalam menjawab, mungkin berguna untuk mengenali bahwa atlet superstar seperti Tiger Woods, penghibur top seperti Tom Hanks dan Oprah Winfrey, dan banyak lainnya di atas bidangnya masing-masing berpenghasilan setidaknya sama, jika tidak lebih banyak.

Jawaban:

Ketika kita mengkritisi bahwa kompensasi kepada manajer puncak terlalu tinggi, kita perlu melihat dahulu berapa banyak yang dihasilkan manajer untuk perusahaan. Bagaimana prestasi atau kinerjanya selama periode tersebut. Manajer atau ekskutif, sama halnya dengan atlet, seniman dan profesional lainnya. Semakin baik performa mereka, semakin tinggi juga kompensasi yang akan mereka dapatkan. Akan tetapi, tren saat ini yaitu kompensasi yang diberikan pemilik kepada manajer adalah semata-mata berdasarkan kenaikan harga saham dinilai kurang tepat. Seharusnya kompenasi yang diberikan kepada manajer juga dinilai berdasarkan kinerjanya, misalnya EPS.


10.  Goal of Financial Management.Tujuan Manajemen Keuangan Mengapa tujuan manajemen keuangan untuk memaksimalkan harga saham perusahaan saat ini? Dengan kata lain, mengapa bukan tujuan untuk memaksimalkan harga saham di masa mendatang

Jawaban:

Tujuan manajemen keuangan memaksimalkan nilai saham saat ini adalah untuk memenuhi kepentingan pemilik saham. Dengan mendapatkan kepercayaan investor (pemegang saham), nilai perusahaan saat ini menjadi baik juga di mata calon investor dan kreditur. Hal ini memungkinkan perusahaan mendapatkan sumber pendanaan lebih besar untuk operasi perusahaan. Memaksimalkan nilai saham saat ini diharapkan dapat meningkatkan profit dan meningkatkan nilai saham di masa depan.

Jumat, 29 Oktober 2021

Resume Chapter 4: Efficient Securities Market

 

RESUME

 Judul                : Financial Accounting Theory, 7th Edition

Pengarang        : William R. Scott

Penerbit           : Pearson

Tahun Terbit   : 2015

Judul Bab        : Eficient Securities Market

 

4.1    PENDAHULUAN

Teori pasar efisien memprediksikan bahwa harga sekuritas merupakan interaksi dari investor-investor yang memiliki beberapa sifat pembanding. Teori ini menyimpulkan bahwa harga secara langsung merefleksikan keseluruhan kemampuan untuk memproses informasi dan pengetahuan dari para investor.

Teori pasar efisien memiliki implikasi yang penting bagi akuntansi keuangan, yaitu:

1.         Konsep pengungkapan penuh (full disclosure).  Efisiensi mengimplikasikan bahwa isi  informasi yang disclosure bernilai bagi pasar.

2.         Eksistensi dari information asymmetry. Akuntansi merupakan sebuah mekanisme terjadinya pertukaran informasi yang relevan dari dalam ke luar perusahaan.

Dalam teori pasar efisien, akuntansi dipandang memiliki kompetisi dengan sumber informasi lainnya seperti media berita, analisis keuangan, dan bahkan harga pasar itu sendiri. Sebagai alat informasi bagi investor, akuntansi akan tetap bertahan bila relevan, dapat dipercaya, tepat waktu, murah, dan berhubungan dengan sumber lainnya.

 

4.2    PASAR SEKURITAS EFISIEN

Ketika sejumlah investor bergerak cepat dalam menerima informasi, pasar menjadi efisien dan investor akan menghadapi masalah cost-benefit trade-off dalam memperoleh informasi. Sumber utama dari cost-effective information yaitu laporan tahunan perusahaan.

Pengertian pasar sekuritas efisien adalah dimana harga sekuritas yang diperdagangkan dalam pasar tersebut setiap saatnya benar-benar menunjukkan semua informasi yang dapat diketahui oleh publik mengenai sekuritas yang diperdagangkan. Terdapat tiga poin utama yang perlu diperhatikan, yaitu :

1)       Harga pasar merupakan informasi yang dapat diketahui oleh publik. Definisi ini tidak mengijinkan adanya inside information.

2)       Efisiensi pasar merupakan konsep yang relatif. Bila ada informasi baru mengenai perusahaan, maka harga pasar akan segera disesuaikan dengan informasi tersebut.

3)       Investasi akan adil bila pasar dalam keadaan efisien, artinya investor tidak dapat mengharapkan pengembalian yang berlebihan melebihi pengembalian normalnya yang mengandung resiko.

Implikasi pasar sekuritas dalam keadaan efisien adalah harga pasar pasti berfluktuasi secara acak setiap saat.

 

4.3    IMPLIKASI DARI PASAR SEKURITAS YANG EFESIEN UNTUK PELAPORAN KEUANGAN

Terdapat empat implikasi utama dari pasar sekuritas efisien yaitu :

1.     Kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh perusahaan tidak berdampak pada harga sekuritas selama kebijakan tersebut tidak memberikan efek perbedaan cash-flow.

2.     Pasar sekuritas efisien selalu berkaitan dengan pengungkapan penuh.

3.     Efisiensi pasar mengimplikasikan bahwa perusahaan tidak seharusnya fokus dalam menyediakan informasi laporan keuangan secara sederhana hanya agar semua investor dapat mengerti. 

4.     Akuntan harus dapat menyediakan informasi yang berguna dan kos-efektif.

Jadi, argument pasar efisien adalah bahwa selama perusahaan mengungkapkan kebijakan yang dipilihnya, dan beberapa tambahan informasi dibutuhkan untuk merubah dari satu metode ke yang lain, investor mampu membuat perhitungan untuk melihat perbedaan dalam pelaporan dari laba bersih yang dilaporkan.

 

4.4    KEINFORMATIFAN HARGA

Efisiensi menyiratkan bahwa harga pasar dari sekuritas sepenuhnya mencerminkan keakuratan informasi mengenai sekuritas tersebut. Hal yang mencerminkan karakteristik “fully reflects” adalah tindakan yang dilakukan oleh investor yang selalu berusaha untuk memperoleh dan mengolah informasi sehingga dapat membuat keputusan menjual atau membeli sekuritas tersebut. Ketidakkonsistenan yang logis adalah apabila harga yang ada telah mencerminkan semua informasi yang ada, tetapi investor tidak memiliki motivasi untuk memperoleh informasi tersebut, maka harga tidak akan secara penuh mencerminkan informasi yang tersedia.

Ada sumber lain dari permintaan dan penawaran sekuritas selain keputusan rasional  yang dilakukan oleh investor yang terinformasi.  liquidity traders atau noise traders melakukan transaksi dengan tidak berdasarkan pada evaluasi rasional atau informasi yang relevan. Tentu saja, harga pasar sekuritas akan tetap menjadi partially informative dibawah skenario di atas.

 

4.5    CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM)

Terdapat hubungan antara harga pasar sekuritas yang efisien (resiko) dengan tingkat pengembalian yang diharapkan atas sekuritas tersebut. Dalam hal ini, kita dapat menggunakan CAPM (Capital Asset Pricing Model).

Return secara sederhana dapat menggunakan net of return dan gross rate of return.  Selain itu, kita dapat pula menggunakan return dalam posisi ex post atau ex ante. Posisi ex post yaitu kita berada pada posisi di akhir periode t dan kita melihat ke belakang untuk menghitung return  yang sebenarnya direalisasi selama periode tersebut.  Posisi ex ante yaitu kita berada pada posisi di awal periode t dan membuat ekspektasi atas return untuk periode t.  Terdapat tiga kegunaan utama dari formula CAPM yaitu :

1)         CAPM secara jelas menjelaskan bagaimana harga saham bergantung pada harapan investor tentang harga saham dan dividen di masa depan.

2)         Dengan kembali pada pandangan ex post dari return, CAPM menyediakan kita cara untuk memisahkan return yang telah direalisasi pada sebuah saham menjadi komponen yang diharapkan atau tidak diharapkan.

3)         Model pasar menyediakan sebuah cara yang sesuai untuk memperkirakan beta saham, sebagai ukuran risiko yang penting bagi investor

Semua investor menggunakan dasar beta pada sejarah masa lalu sebagai benchmark dimana untuk mengevaluasi akibat dari perubahan tingkat bunga. Alasan untuk mempertahankan CAPM sebagai benchmark untuk informasi harga sekuritas yaitu:

1)         Memberikan petunjuk untuk membuat rational expected utility- memaksimalkan keputusan berinvestasi.

2)         Book-to-market dan ukuran perusahaan merupakan hal yang penting dalam konstruksi risiko.

3)         CAPM dapat merekonsiliasi harga sekuritas yang menyimpang secara nyata dari teori keputusan rasional yang membawahi CAPM.

4)         Banyak penelitian empiris dalam akuntansi yang menggunakan CAPM. 

Implikasi dari CAPM adalah bahwa beta saham merupakan satu-satunya determinan spesifik perusahaan atas ekspektasi pengembalian atas saham. Ketidakpastian tersebut terdiri atas ada dua jenis yaitu Exogenous uncertainty, timbul karena merupakan bagian dari lingkungan yang dihadapi oleh seluruh investor. Endogenous uncertainty, timbul karena reaksi investor di dalam ekonomi itu sendiri. Anomali Pasar Sekuritas Efisien adalah perilaku investor terlihat bertentangan dengan teori pasar sekuritas efisien.

Teori Prospek dari Jakneman dan Tversky (1979) mengatakan bahwa investor yang menyadari investasi beresiko akan secara terpisah mengevaluasi prospek keuntungan dan kerugian.  Probabilitas payoff yang rendah merupakan overweighted dan probabilitas payoff yang tinggi merupakan underweighted. Studi dan dokumentasi yang berkaitan dengan prilaku anomali tersebut disebut behavioural finance.

 

4.6    ASIMETRI INFORMASI

Terdapat dua  jenis utama dari asimetri informasi, yaitu adverse selection dan moral hazard. Dalam kondisi ideal, nilai pasar perusahaan mencerminkan semua informasi. Ketika keadaan tidak ideal, nilai pasar mencerminkan semua informasi yang dapat diperoleh secara publik, bila pasar sekuritas dalam keadaan efisien. Perbedaan mengenai keduanya termasuk inside information. Pengungkapan penuh akan membuat laporan keuangan lebih bermanfaat bagi para investor dan meningkatkan kerja pasar sekuritas. Bila laporan memerlukan biaya yang besar, maka inside information akan tetap terjadi.

 

4.7    PENGARUH SOSIAL DARI BEKERJANYA PASAR SEKURITAS

Pada ekonomi kapitalis, pasar sekuritas merupakan mesin utama dimana modal dapat ditingkatkan dan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan investasi. Akibatnya, harapan sosial adalah bahwa pasar ini bekerja dengan baik.

Investor akan peduli dengan hasil risiko estimasi dari adverse selection dan perdagangan orang dalam. Sebagai hasil, perusahan dengan kualitas proyek investasi yang tinggi tidak akan menerima harga yang tinggi untuk sekuritas mereka, dan mereka akan investasi dibawah tingkat relative terhadap tingkat efisiensi sosial. Masalah yang terkait jika banyak investor menariknya, pasar menjadi lemah, atau kehilangan kekuatan, dimana kekuatan merupakan jumlah saham yang investor dapat membeli atau menjual tanpa mempengaruhi harga pasar. Ketika kekuatan menjadi lemah, investor yang potensial mungkin tidak membeli atau menjual semua sekuritas yang mereka punya di harga pasar, yang menghambat investasi lebih lanjut.

Bagaimana informasi spesifik perusahaan dapat dimasukan pada harga saham? Jawabannya adalah kualitas pelaporan yang baik. Namun, kemampuan perusahaan untuk melakukannya, dibatasi oleh kemampuan untuk mendapatkan pembiayaan.

Namun, pasar dapat menyediakan insentif untuk membebaskan inside information yang dibutuhkan oleh regulasi. Sebuah perusahaan dengan kebijakan kredibel pengungkapan di luar regulasi minimum dapat menikmati harga saham yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dari modal. Pengungkapan penuh mengurangi perhatian investor tentang inside information.

Kita dapat menyimpulkan keuntungan sosial dari pasar sekuritas yang sepatutnya akan didapatkan bila mengikuti dua kondisi yang kita temui:

·       Semua informasi yang relevan di daerah publik, paling tidak lebih dari kemampuan dari denda dan insentif untuk biaya secara efektif memotivasi untuk membebaskan dari informasi didalamnya.

·       Harga pasar sekuritas secara relatif efektif untuk infomasi ini.

 

4.8    CONTOH PENGUNGKAPAN PENUH

4.8.1      Pengenalan

Analisis dan Diskusi Manajemen (MD&A) adalah standar yang membutuhkan perusahaan untuk menyediakan penjelasan narasi dari operasi perusahaan, untuk membantu investor menafsirkan laporan keuangan perusahaan.

4.8.2      Analisis dan Diskusi Manajemen

Tujuan MD&A terdiri dari:

·       Membantu calon investor dan investor sekarang memahami laporan keuangan.

·       Membahas informasi yang tidak tergambar seluruhnya di laporan keuangan.

·       Membahas tren penting dan risiko penting.

·       Menyediakan informasi tentang kualitas, dan variable yang potensial terhadap saham, dan arus kas.

Untuk mengimplementasikan tujuan tersebut, kebutuhan pengungkapan spesifik termasuk:

·      Membahas kinerja perusahaan seluruhnya dan menjelaskan faktor yang menyebabkan variasi dari periode ke periode, seperti akuisisi dan disposisi.

·      Membahas kemampuan perusahaan untuk menentukan kebutuhan likuiditas.

·      Membahas komitmen dan perjanjian

·      Membahas perubahan perjanjian akuntansi

·      Menjelaskan dan membahas tren, risiko, dan ketidakpastian.

Beberapa aspek dari kebutuhan tersebut seharusnya diperhatikan:

§  Standar MD&A berorientasi jelas untuk kedepannya.

§  Konsep dari sebuah sistem informasi menetapkan hubungan probabilitas antara bukti laporan keuangan sekarang dan kinerja perusahaan di masa depan.

§  Konsisten dengan orientasi masa depannya.

§  Standar MD&A terlihat konsisten dengan teori atas pembuatan keputusan investor yang rasional dengan efisiensi pasar.

 

4.9    KESIMPULAN DARI PASAR SEKURITAS EFISIEN

Teori pasar sekuritas efisien memiliki implikasi besar bagi akuntansi keuangan. Efisiensi Pasar (Market Eficiency) didefinisikan sebagai hubungan antara harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detail, efisiensi pasar dapat didefinisikan dalam beberapa macam definisi, yaitu berdasarkan nilai intrinsik sekuritas, berdasarkan akurasi dari ekspektasi harga, berdasarkan distribusi informasi, dan berdasarkan pada proses dinamik.

MD&A adalah contoh penting terhadap standar pengungkapan penuh. Standar ini berpotensi menyampaikan informasi melebihi yang terkandung pada laporan keuangan berdasarkan biaya historis.

Pengungkapan penuh mempunyai dua manfaat utama yang dapat dicapai secara bersamaan. Yang pertama adalah memungkinkan investor untuk membuat keputusan yang lebih baik. Yang lainnya adalah untuk memperbaiki kemampuan pasar sekuritas terhadap investasi langsung untuk penggunaan yang lebih sering digunakan.

Untuk mengurangi adanya estimasi risiko ini yaitu melakukan pengungkapan penuh, sehingga informasi dapat dikonsumsi oleh pihak eksternal dan pihak eksternal dapat menggunakan pengungkapan penuh ini untuk dasar pengambilan keputusan tanpa risiko estimasi. Agar pengungkapan penuh dapat dilakukan perusahaan maka dapat dimotivasi oleh dua hal yaitu dengan aturan seperti standar akuntansi dan regulasi wajib pengungkapan ataupun bisa dengan insentif oleh pasar sendiri yang memberikan harga yang lebih tinggi pada perusahaan dengan reputasi pengungkapan penuh yang lebih baik. Yang perlu diingat adalah resiko ini dapat dikurangi tapi tidak dapat dihilangkan.

Jika harga sepenuhanya informatif, maka tak satupun akan menghalangi untuk pengumpulan tambahan informasi. Efeknya, harga pasar mengandung sumber perusakannya sendiri. Jika investor menemukan informasi akuntansi yang berguna, ini seharusnya diperlihatkan sebagai respon dari informasi harga sekuritas. Investor diuntungkan atas hal tersebut dikarena informasi peramalan yang dipublikasinya menjadi lebih berhati-hati atau menjadi laporan peringatan yang berguna bagi pengambilan keputusan investor. Dengan adanya hal tersebut diharapkan informasi peramalan yang dipublikasi menjadi lebih akurat dan kredibel serta dapat menjadi bahan evaluasi sehingga berdampak lebih baik akan kerja pasar sekuritas.

 

Kamis, 28 Oktober 2021

Resume Chapter 1: Introduction to Corporate Finance

 

RESUME

 

Judul                 : Corporate Finance, 9th Edition

Pengarang       : Stephen A. Ross, Randolph W. Westerfield, Jeffrey Jaffe

Penerbit            : McGraw-Hill Irwin

Tahun Terbit    : 2010

Judul Bab        : Chapter 1 Introduction to Corporate Finance

 

1.1.  Keuangan Perusahaan

A.    Model Laporan Posisi Keuangan Perusahaan

Tujuan perusahaan adalah untuk menciptakan nilai tambah bagi pemiliknya. Nilai ini tercermin dalam kerangka sederhana laporan posisi keuangan, dimana aset berada di sisi kiri sedangkan liabilitas dan ekuitas berada di sisi kanan. Artinya, sebelum perusahaan berinvestasi pada aset, perusahaan harus mendapatkan dana untuk membiayai investasi tersebut yaitu dari hutang (liabilitas) atau modal pemilik (ekuitas). Dari model Laporan Posisi Keuangan perusahaan, dapat dikatakan bahwa Keuangan (Finance) berfokus pada hal-hal berikut:

a.     Anggaran Modal (Capital Budgeting) adalah proses untuk memperoleh dan mengelola pengeluaran untuk aset jangka panjang

b.     Struktur Modal (Capital Structure) adalah penggambaran proporsi pembiayaan perusahaan dari hutang dan ekuitas jangka pendek dan jangka panjang

c.     Modal Kerja Bersih (Net Working Capital) yaitu aset lancar dikurangi dengan kewajiban lancar. Permasalahan arus kas jangka pendek sering terjadi akibat ketimpangan arus kas masuk dan arus kas keluar.

B.    Manajer/Pengelola Keuangan

Susunan pengelola keuangan pada perusahaan besar biasanya terdiri atas Direktur sebagai pimpinan puncak, Ketua Dewan dan Chief Excecutif Officer (CEO), Presiden dan Chief Operational Officer (COO), Wakil Presiden dan Chief Financial Officer (CFO). Di bawah CFO ini terdapat Bendahara dan Pengawas. Bendahara bertanggung jawab terhadap pengelolaan arus kas, keputusan belanja modal (investasi) dan membuat rencana keuangan. Sedangkan pengawas melaksanakan fungsi akuntansi termasuk perpajakan, akuntansi biaya dan keuangan, serta sistem informasi.

     

1.2.  Bentuk Organisasi Bisnis

Bisnis merupakan suatu cara mengatur kegiatan ekonomi banyak orang. Masalah dasar yang dihadapi suatu perusahaan adalah bagaimana cara mengumpulkan uang. Tiga bentuk dasar hukum perusahaan sebagai berikut:

A.    Perusahaan Perseorangan (The Sole Proprietorship) adalah bisnis yang dimiliki oleh satu orang. Faktor penting dari perusahaan perseorangan yaitu: pembentukannya murah; tidak membayar pajak badan, melainkan pajak individu; pemilik memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas hutang dan modal; umur perusahaan terbatas pada pemiliknya; dan ekuitas hanya dapat ditingkatnya sebatas kekayaan pemilik.

B.    Persekutuan (Partnership) yaitu kumpulan dua orang atau lebih yang membentuk persekutuan. Persekutuan terdiri atas:

a.     Persekutuan Umum yaitu persekutuan yang tanggung jawab masing-masing anggotanya sama.

b.     Persekutuan Terbatas yaitu persekutuan yang keterlibatan anggotanya berbeda-beda. Biasanya terdapat sekutu aktif dan sekutu pasif.

C.    Perseroan/Korporasi (Corporation). Perusahaan terdiri atas saham-saham sehingga terdapat perbedaan antara pemilik dan manajer perusahaan. Kelebihan perusahaan perseroan yaitu:

a.     Kepemilikan dapat dengan mudah dipindahkan;

b.     Umur perusahaan tidak terbatas pada umur pemiliknya;

c.     Tanggung jawab pemegang saham terbatas pada jumlah yang diinvestasikan

Kelemahan bentuk usaha perseroan antara lain pengenaan pajak ganda yaitu pajak atas penghasilan perusahaan dan pajak pribadi atas deviden yang diterima pemegang saham. Bentuk usaha korporasi memiliki banyak nama di berbagai negara. Hal ini tergantung pada peraturan di negara tersebut. Ada yang menyebutnya sebagai perusahaan terbatas publik, perusahaan saham gabungan, maupun perseroan terbatas.

 

1.3.  Pentingnya Arus Kas

Perusahaan mendapatkan uang adalah dengan cara membeli aset atau menjual saham atau instrumen keuangan lain yang menghasilkan lebih banyak uang daripada biaya yang dikeluarkan.

A.    Arus Kas di antara Perusahaan dan Pasar Modal

Untuk memperoleh uang, perusahaan menjual saham di pasar modal atau memperoleh pinjaman dari investor. Kemudian, dana tersebut akan diinvestasikan dalam bentuk aset oleh perusahaan. Perusahaan kemudian menggunakan kas untuk membayar deviden kepada para pemegang saham/ bunga pada para pemegang obligasi. Perusahaan juga menggunakan kas untuk membayar pajak, dan sisanya ditahan (sebagai cadangan laba). Apabila kas yang dibayarkan pada pemegang saham/obligasi lebih besar daripada kas yang diperoleh dari pasar modal, maka dikatakan perusahaan menghasilkan Nilai (Value).

B.    Mengidentifikasi Arus Kas

Tidak mudah mengidentifikasi arus kas secara langsung. Kita perlu melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan. Sebagai contoh Pendapatan dari penjualan secara kredit sudah diakui dan dicatat pada Laporan Rugi Laba dan Penghasilan Komprehensif meskipun kenyataannya belum terjadi arus kas masuk.

 

 

C.    Periode / Kapan Terjadinya Arus Kas

Nilai dari suatu investasi tergantung pada kapan terjadinya arus kas. Satu hal penting dalam manajemen keuangan adalah perusahaan akan lebih memilih menerima kas saat ini daripada nanti. Apabila terdapat beberapa pilihan investasi, sebelum mengambil keputusan, perusahaan harus melakukan perhitungan manakah investasi yang memberikan nilai sekarang yang lebih besar.

D.    Resiko Arus Kas

Jika terdapat beberapa pilihan investasi, perusahaan harus melakukan analisis keuangan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Biasanya pilihan investasi dengan resiko yang tinggi menawarkan keuntungan yang lebih besar. Perusahaan harus dapat mengidentifikasi apa resikonya dan bagaimana cara mengatasinya sebelum mengambil keputusan.

 

1.4.  Tujuan Manajemen Keuangan

Umumnya kita menyebut bahwa tujuan manajemen keuangan adalah untuk survive, menghindari kebangkrutan, meminimalkan biaya, memaksimalkan keuntungan, atau mempertahankan stabilitas pertumbuhan. Tetapi tujuan-tujuan tersebut justru memberikan permasalahan pada manajer keuangan. Tujuan-tujuan tersebut terbagi dalam dua kategori besar yaitu: untuk mendapatkan keuntungan yang besar dan menghindari kebangkrutan atau mempertahankan stabilitas. Kedua tujuan ini bertentangan, karena perusahaan pasti akan menghadapi resiko jika ingin memaksimalkan keuntungan. Karena itu manajemen keuangan perlu satu tujuan yang dapat merangkum kedua hal tersebut.

Tujuan utama manajemen keuangan seharusnya adalah untuk mengambil keputusan yang dapat memaksimalkan nilai saham saat ini. Pemegang saham memiliki hak residual dalam perusahaan, artinya jika hak karyawan, pemasok dan kreditur sudah terpenuhi, maka para pemegang saham baru mendapatkan bagiannya. Jika para pemegang saham mendapatkan keuntungan, maka bisa dipastikan bahwa kewajiban kepada pihak lain pun sudah terpenuhi.

Manajer keuangan harus mampu mengidentifikasi investasi dan pendanaan yang dapat berpengaruh terhadap saham. Keuangan perusahaan berfokus pada hubungan antara pengambilan keputusan, arus kas dan nilai saham perusahaan.

Karena perusahaan tidak hanya berbentuk perseroan, maka secara umum, tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai ekuitas pemilik saat ini.

 

1.5.  Masalah Keagenan dan Pengendalian Perusahaan

Pada perusahaan besar yang sahamnya dipegang oleh banyak orang, akan timbul permasalahan apakah manajemen akan bertindak untuk kepentingan pemegang saham atau untuk keuntungan sendiri.

 

A.    Hubungan Keagenan

Hubungan antara pemegang saham dengan manajemen disebut hubungan keagenan (Agency Relationship). Hubungan ini terbentuk ketika seseorang (principal) merekrut orang lain (agent) untuk melakukan tindakan untuk kepentingannya dengan imbalan tertentu. Hal ini dapat menimbulkan konflik kepentingan yang disebut masalah keagenan (agency problem).

B.    Tujuan Manajemen

Agency cost (biaya agen) adalah biaya yang terjadi akibat konflik kepentingan antara pemegang saham dan manajemen. Agency cost dapat dibedakan menjadi biaya langsung dan tidak langsung. Biaya tidak langsung yaitu hilangnya kesempatan, contohnya ketika pemegang saham kehilangan suatu kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar karena di satu sisi manajemen menolak suatu investasi yang beresiko tinggi. Biaya langsung dapat terjadi dari dua hal yaitu: pengeluaran perusahaan yang menguntungkan manajemen tetapi membebani pemegang saham dan biaya untuk memantau tindakan manajemen, contohnya biaya untuk membayar auditor.

Ada kecenderungan manajemen memiliki tujuan untuk meningkatkan skala bisnis, menunjukan kekuatan perusahaan dan tidak menyukai campur tangan pihak lain. Apakah manajemen akan bertindak untuk kepentingan pemegang saham itu tergantung pada dua faktor yaitu: seberapa dekat tujuan pemegang saham dengan tujuan manajemen dan apakah akan dilakukan penggantian manajer jika mereka tidak dapat memenuhi kepentingan pemegang saham.

C.    Kompensasi Manajemen

Manajemen akan berusaha untuk memenuhi kepentingan pemegang saham, setidaknya karena kompensasi berikut:

a.     Kompensasi manajemen yang terkait dengan performa di bidang keuangan, contohnya manajer seringkali diberikan kesempatan untuk membeli saham dengan harga murah.

b.     Kompensasi terkait prospek di dunia kerja. Seorang manajer yang berhasil memenuhi kepentingan pemegang saham biasanya akan diberikan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji.

D.    Kendali Perusahaan

Kendali perusahaan berada di tangan para pemegang saham. Para pemegang saham dapat menunjuk direktur, serta mengangkat dan memberhentikan manajer. Suatu tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengendalikan perusahaan dan mengganti susunan manajemen yang ada disebut Proxy Fight. Selain itu, cara lain untuk mengganti manajemen yaitu dengan pengambilalihan perusahaan (take over). Untuk mencegah pengambilalihan perusahaan oleh pihak lain, manajer akan berusaha untuk memenuhi kepentingan para pemegang saham.

 

 

E.    Pemangku Kepentingan

Selain pemegang saham dan kreditur, terdapat pihak lain yang juga memiliki kepentingan terhadap perusahaan, contohnya karyawan, pelanggan, pemasok, dan pemerintah yang biasanya disebut para pemangku kepentingan (stakeholders). Para pemangku kepentingan ini mungkin saja akan berusaha mendapatkan kendali atas perusahaan.

 

1.6.  Peraturan

Selain para pemegang saham dan manajemen, peraturan yang berlaku juga harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Terdapat aturan yang mengharuskan pengungkapan yang relevan dan memadai mengenai kondisi perusahaan kepada calon investor atau kreditur sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat. Di Amerika Serikat terdapat The Security Act of 1933 dan The Securities Exchange Act of 1934 yang merupakan kerangka dasar perdagangan umum sekuritas. Selain itu, untuk melindungi investor dari penyalahgunaan wewenang di perusahaan ditetapkan Undang-Undang Sarbanex-Oxley (Sarbox) pada tahun 2002. Salah satu poin pada Sarbox yaitu melarang pinjaman pribadi kepada manajer/ orang dalam perusahaan. Sarbox juga membuat manajemen perusahaan memastikan tanggung jawabnya terhadap keakuratan laporan keuangan perusahaan. Penerapan peraturan tentu saja akan menimbulkan biaya bagi perusahaan.  Biaya dikeluarkan contohnya adalah biaya untuk auditor independen.

 

---000---