Senin, 15 November 2021

Soal Manajemen Keuangan Bab I Introduction

 1.     Agency Problems. Siapa yang memiliki korporasi? Jelaskan proses dimana pemilik mengontrol manajemen perusahaan. Apa alasan utama adanya hubungan keagenan dalam bentuk organisasi korporat? Dalam konteks ini, masalah apa yang bisa muncul?

Jawaban:

-Pada perusahaan yang berbentuk korporasi, pemilik perusahaan adalah para pemegang saham.

-Pemilik melakukan kontrol terhadap perusahaan dengan cara pemilik (pemegang saham) menunjuk Direksi sebagai perpanjangan tangan pemegang saham, yang kemudian Direksi akan menunjuk manajemen perusahaan.

-Alasan utama hubungan keagenan dalam organisasi korporat yaitu adanya pemisahan antara pemilik (principal) dan manajemen (agent). Pemilik merekrut manajemen untuk melakukan tindakan untuk kepentingan pemilik dengan imbalan tertentu.

-Masalah yang mungkin muncul adalah masalah keagenan yaitu ketika manajemen mungkin bertindak untuk kepentingannya sendiri daripada kepentingan pemegang saham (konflik kepentingan). Jika hal ini terjadi, dapat bertentangan dengan tujuan utama manajemen keuangan yaitu memaksimalkan nilai saham (ekuitas) perusahaan.


2.     Not-for-Profit Firm Goals. Misalkan Anda adalah manajer keuangan dari bisnis Not-forProfit (mungkin rumah sakit Not-for-Profit). Jenis tujuan apa yang menurut Anda akan sesuai?

Jawaban:

Organisasi nonprofit tidak berfokus pada mencari keuntungan (laba), melainkan memberikan pelayanan sebaik-baiknya dengan sumber daya yang dimiliki. Organisasi nonprofit juga memiliki aset, kewajiban dan ekuitas, sehingga menurut saya tujuan manajemen keuangan pada organisasi non profit (nirlaba) adalah memaksimalkan ekuitas organisasi sehingga organisasi diharapkan akan dapat menjalankan fungsinya dalam memberikan pelayanan dengan efektif dan efisien.


3.     Goal of the Firm. Evaluasi pernyataan berikut: Manajer tidak boleh fokus pada nilai saham saat ini karena hal itu akan menyebabkan penekanan berlebihan pada keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan keuntungan jangka panjang.

Jawaban:

Nilai saham saat ini mencerminkan evaluasi pasar terhadap perusahaan pada saat ini dan masa yang akan datang. Berfokus pada nilai saham saat ini bukan berarti manajer keuangan mengorbankan keuntungan jangka panjang, justru sebaliknya, hal ini berarti bahwa manajer keuangan telah memperhitungkan kapan pengembalian modal akan diterima oleh investor, resiko atas pengembalian modal dan kebijakan deviden. Dapat dikatakan penyataan pada soal nomor 3 tersebut adalah tidak tepat.


4.     Ethics and Firm Goals. Dapatkah tujuan memaksimalkan nilai saham bertentangan dengan tujuan lain, seperti menghindari perilaku tidak etis atau ilegal? Secara khusus, apakah menurut Anda subjek seperti keselamatan pelanggan dan karyawan, lingkungan, dan kepentingan umum masyarakat sesuai dengan kerangka kerja ini, atau apakah pada dasarnya diabaikan? Pikirkan beberapa skenario khusus untuk menggambarkan jawaban Anda.

Jawaban:

Tujuan memaksimalkan nilai saham seharusnya sejalan atau tidak bertentangan dengan tujuan lain seperti menghindari perilaku tidak etis atau illegal. Keselamatan karyawan, lingkungan dan kepentingan umum tidak dapat diabaikan. Perusahaan tetap memiliki tanggung jawab sosial. Kita ambil skenario contohnya jika perusahaan tidak mengolah limbahnya dan merusak lingkungan, kemudian muncul tuntutan hukum, hal ini akan berimbas pada kepercayaan investor dan akhirnya menurunkan nilai perusahaan (nilai saham).


5.     International Firm Goal. Akankah tujuan memaksimalkan nilai saham berbeda untuk  manajemen keuangan di negara lain? Mengapa atau mengapa tidak?

Jawaban:

Tujuan memaksimalkan nilai saham seharusnya sama untuk manajemen keuangan di negara manapun, karena nilai saham merupakan tolok ukur dari nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai saham artinya semakin baik nilai perusahaan tersebut.


6.     Agency Problems. Misalkan Anda memiliki saham di sebuah perusahaan. Harga per saham saat ini adalah $ 25. Perusahaan lain baru saja mengumumkan bahwa mereka ingin membeli perusahaan Anda dan akan membayar $ 35 per saham untuk memperoleh semua saham yang beredar. Manajemen perusahaan Anda segera mulai melawan tawaran yang tidak bersahabat ini. Apakah manajemen bertindak untuk kepentingan terbaik pemegang saham? Mengapa atau mengapa tidak?

Jawaban:

Dalam kasus ini ada dua kemungkinan:

a.   a. Manajemen bertindak untuk kepentingan terbaik pemegang saham yaitu jika perlawanan manajemen terhadap tawaran dari perusahaan lain itu karena manajemen memiliki keyakinan akan dapat meningkatkan profit dan mencapai nilai saham lebih dari $35; atau

b.   b. Manajemen mungkin juga bertindak untuk kepentingan pribadinya jika perlawanan tersebut karena manajemen menghindari adanya akuisisi perusahaan yang dapat berakibat dirinya kehilangan pekerjaaan.


7.     Agency Problems and Corporate Ownership. Kepemilikan perusahaan bervariasi di seluruh dunia. Secara historis, individu memiliki mayoritas saham di perusahaan public di Amerika Serikat. Di Jerman dan Jepang, bagaimanapun, bank, lembaga keuangan besar lainnya, dan perusahaan lain memiliki sebagian besar saham di perusahaan publik. Menurut Anda, apakah masalah agensi cenderung lebih atau kurang parah di Jerman dan Jepang daripada di Amerika Serikat?

Jawaban:

Masalah agensi yang terjadi di Jerman dan Jepang dalam hal ini seharusnya lebih rendah daripada di Amerika Serikat. Di Jerman dan Jepang, jumlah pemilik saham secara keseluruhan lebih sedikit daripada di Amerika Serikat, sehingga mengurangi kemungkinan perbedaan pendapat. Bayangkan, apabila pemilik saham lebih banyak terdiri dari individual, tentunya kepentingan atau perbedaan pendapat cenderung lebih besar. Selain itu, manajemen mungkin memiliki kendali yang lebih besar terhadap perusahaan dan cenderung mengutamakan kepentingan pribadinya. Di Jerman dan Jepang, mayoritas saham dipegang oleh perusahaan atau lembaga keuangan, lebih memiliki pemahaman tentang bisnis daripada individual, sehingga memungkinkan pemilik dan manajemen menyelaraskan kepentingannya untuk perusahaan. Hal ini tentu saja menurunkan masalah keagenan.


8.     Agency Problems and Corporate Ownership. Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga keuangan besar seperti reksa dana dan dana pensiun telah menjadi pemilik saham dominan di Amerika Serikat, dan lembaga ini menjadi lebih aktif dalam urusan perusahaan. Apa implikasi dari tren ini untuk masalah keagenan dan kontrol perusahaan?

Jawaban:

Ketika pemegang saham mayoritas dipegang oleh lembaga keuangan besar seperti reksa dana atau dana pensiun, bagi perusahaan memungkinkan berkurangnya masalah keagenan karena lebih sedikit jumlah pemegang saham, lebih memudahkan kontrol terhadap manajemen perusahaan. Masalah keagenan mungkin timbul di antara pemilik dana (investor) yang menitipkan dananya pada lembaga keuangan / reksadana / dana pensiun. Hal ini terjadi ketika manajer pada perusahaan reksadana atau dana pensiun tersebut bertindak untuk lebih mementingkan keuntungannya sendiri daripada pemilik dana.


9.     Executive Compensation. Kritikus telah menuduh bahwa kompensasi kepada manajer puncak di Amerika Serikat terlalu tinggi dan harus dikurangi. Misalnya, berfokus pada perusahaan besar, Larry Ellison dari Oracle telah menjadi salah satu CEO dengan kompensasi terbaik di Amerika Serikat, menghasilkan sekitar $ 193 juta pada tahun 2008 saja dan $ 429 juta selama periode 2004-2008. Apakah jumlah tersebut berlebihan? Dalam menjawab, mungkin berguna untuk mengenali bahwa atlet superstar seperti Tiger Woods, penghibur top seperti Tom Hanks dan Oprah Winfrey, dan banyak lainnya di atas bidangnya masing-masing berpenghasilan setidaknya sama, jika tidak lebih banyak.

Jawaban:

Ketika kita mengkritisi bahwa kompensasi kepada manajer puncak terlalu tinggi, kita perlu melihat dahulu berapa banyak yang dihasilkan manajer untuk perusahaan. Bagaimana prestasi atau kinerjanya selama periode tersebut. Manajer atau ekskutif, sama halnya dengan atlet, seniman dan profesional lainnya. Semakin baik performa mereka, semakin tinggi juga kompensasi yang akan mereka dapatkan. Akan tetapi, tren saat ini yaitu kompensasi yang diberikan pemilik kepada manajer adalah semata-mata berdasarkan kenaikan harga saham dinilai kurang tepat. Seharusnya kompenasi yang diberikan kepada manajer juga dinilai berdasarkan kinerjanya, misalnya EPS.


10.  Goal of Financial Management.Tujuan Manajemen Keuangan Mengapa tujuan manajemen keuangan untuk memaksimalkan harga saham perusahaan saat ini? Dengan kata lain, mengapa bukan tujuan untuk memaksimalkan harga saham di masa mendatang

Jawaban:

Tujuan manajemen keuangan memaksimalkan nilai saham saat ini adalah untuk memenuhi kepentingan pemilik saham. Dengan mendapatkan kepercayaan investor (pemegang saham), nilai perusahaan saat ini menjadi baik juga di mata calon investor dan kreditur. Hal ini memungkinkan perusahaan mendapatkan sumber pendanaan lebih besar untuk operasi perusahaan. Memaksimalkan nilai saham saat ini diharapkan dapat meningkatkan profit dan meningkatkan nilai saham di masa depan.