1. Agency Problems. Siapa yang memiliki korporasi? Jelaskan proses dimana pemilik mengontrol manajemen perusahaan. Apa alasan utama adanya hubungan keagenan dalam bentuk organisasi korporat? Dalam konteks ini, masalah apa yang bisa muncul?
Jawaban:
-Pada perusahaan yang berbentuk
korporasi, pemilik perusahaan adalah para pemegang saham.
-Pemilik melakukan kontrol terhadap
perusahaan dengan cara pemilik (pemegang saham) menunjuk Direksi sebagai
perpanjangan tangan pemegang saham, yang kemudian Direksi akan menunjuk
manajemen perusahaan.
-Alasan utama hubungan keagenan dalam
organisasi korporat yaitu adanya pemisahan antara pemilik (principal)
dan manajemen (agent). Pemilik merekrut manajemen untuk melakukan
tindakan untuk kepentingan pemilik dengan imbalan tertentu.
-Masalah yang mungkin muncul adalah
masalah keagenan yaitu ketika manajemen mungkin bertindak untuk kepentingannya
sendiri daripada kepentingan pemegang saham (konflik kepentingan). Jika hal ini
terjadi, dapat bertentangan dengan tujuan utama manajemen keuangan yaitu
memaksimalkan nilai saham (ekuitas) perusahaan.
2. Not-for-Profit
Firm Goals. Misalkan Anda adalah manajer keuangan dari bisnis Not-forProfit
(mungkin rumah sakit Not-for-Profit). Jenis tujuan apa yang menurut Anda akan sesuai?
Jawaban:
Organisasi
nonprofit tidak berfokus pada mencari keuntungan (laba), melainkan memberikan
pelayanan sebaik-baiknya dengan sumber daya yang dimiliki. Organisasi nonprofit
juga memiliki aset, kewajiban dan ekuitas, sehingga menurut saya tujuan
manajemen keuangan pada organisasi non profit (nirlaba) adalah memaksimalkan
ekuitas organisasi sehingga organisasi diharapkan akan dapat menjalankan
fungsinya dalam memberikan pelayanan dengan efektif dan efisien.
3.
Goal of the Firm.
Evaluasi pernyataan berikut: Manajer tidak boleh fokus pada nilai saham saat
ini karena hal itu akan menyebabkan penekanan berlebihan pada keuntungan jangka
pendek dengan mengorbankan keuntungan jangka panjang.
Jawaban:
Nilai saham saat ini mencerminkan
evaluasi pasar terhadap perusahaan pada saat ini dan masa yang akan datang.
Berfokus pada nilai saham saat ini bukan berarti manajer keuangan mengorbankan
keuntungan jangka panjang, justru sebaliknya, hal ini berarti bahwa manajer
keuangan telah memperhitungkan kapan pengembalian modal akan diterima oleh
investor, resiko atas pengembalian modal dan kebijakan deviden. Dapat dikatakan
penyataan pada soal nomor 3 tersebut adalah tidak tepat.
4. Ethics
and Firm Goals. Dapatkah tujuan memaksimalkan nilai
saham bertentangan dengan tujuan lain, seperti menghindari perilaku tidak etis
atau ilegal? Secara khusus, apakah menurut Anda subjek seperti keselamatan
pelanggan dan karyawan, lingkungan, dan kepentingan umum masyarakat sesuai
dengan kerangka kerja ini, atau apakah pada dasarnya diabaikan? Pikirkan
beberapa skenario khusus untuk menggambarkan jawaban Anda.
Jawaban:
Tujuan memaksimalkan nilai saham
seharusnya sejalan atau tidak bertentangan dengan tujuan lain seperti
menghindari perilaku tidak etis atau illegal. Keselamatan karyawan, lingkungan
dan kepentingan umum tidak dapat diabaikan. Perusahaan tetap memiliki tanggung
jawab sosial. Kita ambil skenario contohnya jika perusahaan tidak mengolah
limbahnya dan merusak lingkungan, kemudian muncul tuntutan hukum, hal ini akan
berimbas pada kepercayaan investor dan akhirnya menurunkan nilai perusahaan (nilai
saham).
5.
International Firm Goal.
Akankah tujuan memaksimalkan nilai saham berbeda untuk manajemen keuangan di negara lain? Mengapa
atau mengapa tidak?
Jawaban:
Tujuan
memaksimalkan nilai saham seharusnya sama untuk manajemen keuangan di negara
manapun, karena nilai saham merupakan tolok ukur dari nilai perusahaan. Semakin
tinggi nilai saham artinya semakin baik nilai perusahaan tersebut.
6.
Agency Problems.
Misalkan Anda memiliki saham di sebuah perusahaan. Harga per saham saat ini
adalah $ 25. Perusahaan lain baru saja mengumumkan bahwa mereka ingin membeli
perusahaan Anda dan akan membayar $ 35 per saham untuk memperoleh semua saham
yang beredar. Manajemen perusahaan Anda segera mulai melawan tawaran yang tidak
bersahabat ini. Apakah manajemen bertindak untuk kepentingan terbaik pemegang saham?
Mengapa atau mengapa tidak?
Jawaban:
Dalam
kasus ini ada dua kemungkinan:
a. a. Manajemen bertindak untuk kepentingan
terbaik pemegang saham yaitu jika perlawanan manajemen terhadap tawaran dari
perusahaan lain itu karena manajemen memiliki keyakinan akan dapat meningkatkan
profit dan mencapai nilai saham lebih dari $35; atau
b. b. Manajemen mungkin juga bertindak untuk
kepentingan pribadinya jika perlawanan tersebut karena manajemen menghindari
adanya akuisisi perusahaan yang dapat berakibat dirinya kehilangan pekerjaaan.
7. Agency
Problems and Corporate Ownership. Kepemilikan perusahaan
bervariasi di seluruh dunia. Secara historis, individu memiliki mayoritas saham
di perusahaan public di Amerika Serikat. Di Jerman dan Jepang, bagaimanapun,
bank, lembaga keuangan besar lainnya, dan perusahaan lain memiliki sebagian
besar saham di perusahaan publik. Menurut Anda, apakah masalah agensi cenderung
lebih atau kurang parah di Jerman dan Jepang daripada di Amerika Serikat?
Jawaban:
Masalah
agensi yang terjadi di Jerman dan Jepang dalam hal ini seharusnya lebih rendah
daripada di Amerika Serikat. Di Jerman dan Jepang, jumlah pemilik saham secara
keseluruhan lebih sedikit daripada di Amerika Serikat, sehingga mengurangi
kemungkinan perbedaan pendapat. Bayangkan, apabila pemilik saham lebih banyak
terdiri dari individual, tentunya kepentingan atau perbedaan pendapat cenderung
lebih besar. Selain itu, manajemen mungkin memiliki kendali yang lebih besar
terhadap perusahaan dan cenderung mengutamakan kepentingan pribadinya. Di
Jerman dan Jepang, mayoritas saham dipegang oleh perusahaan atau lembaga
keuangan, lebih memiliki pemahaman tentang bisnis daripada individual, sehingga
memungkinkan pemilik dan manajemen menyelaraskan kepentingannya untuk
perusahaan. Hal ini tentu saja menurunkan masalah keagenan.
8. Agency
Problems and Corporate Ownership. Dalam beberapa tahun
terakhir, lembaga keuangan besar seperti reksa dana dan dana pensiun telah
menjadi pemilik saham dominan di Amerika Serikat, dan lembaga ini menjadi lebih
aktif dalam urusan perusahaan. Apa implikasi dari tren ini untuk masalah
keagenan dan kontrol perusahaan?
Jawaban:
Ketika
pemegang saham mayoritas dipegang oleh lembaga keuangan besar seperti reksa
dana atau dana pensiun, bagi perusahaan memungkinkan berkurangnya masalah
keagenan karena lebih sedikit jumlah pemegang saham, lebih memudahkan kontrol
terhadap manajemen perusahaan. Masalah keagenan mungkin timbul di antara
pemilik dana (investor) yang menitipkan dananya pada lembaga keuangan /
reksadana / dana pensiun. Hal ini terjadi ketika manajer pada perusahaan
reksadana atau dana pensiun tersebut bertindak untuk lebih mementingkan
keuntungannya sendiri daripada pemilik dana.
9.
Executive Compensation.
Kritikus telah menuduh bahwa kompensasi kepada manajer puncak di Amerika
Serikat terlalu tinggi dan harus dikurangi. Misalnya, berfokus pada perusahaan
besar, Larry Ellison dari Oracle telah menjadi salah satu CEO dengan kompensasi
terbaik di Amerika Serikat, menghasilkan sekitar $ 193 juta pada tahun 2008 saja
dan $ 429 juta selama periode 2004-2008. Apakah jumlah tersebut berlebihan? Dalam
menjawab, mungkin berguna untuk mengenali bahwa atlet superstar seperti Tiger Woods,
penghibur top seperti Tom Hanks dan Oprah Winfrey, dan banyak lainnya di atas bidangnya
masing-masing berpenghasilan setidaknya sama, jika tidak lebih banyak.
Jawaban:
Ketika
kita mengkritisi bahwa kompensasi kepada manajer puncak terlalu tinggi, kita
perlu melihat dahulu berapa banyak yang dihasilkan manajer untuk perusahaan.
Bagaimana prestasi atau kinerjanya selama periode tersebut. Manajer atau
ekskutif, sama halnya dengan atlet, seniman dan profesional lainnya. Semakin
baik performa mereka, semakin tinggi juga kompensasi yang akan mereka dapatkan.
Akan tetapi, tren saat ini yaitu kompensasi yang diberikan pemilik kepada
manajer adalah semata-mata berdasarkan kenaikan harga saham dinilai kurang
tepat. Seharusnya kompenasi yang diberikan kepada manajer juga dinilai
berdasarkan kinerjanya, misalnya EPS.
10.
Goal of Financial Management.Tujuan
Manajemen Keuangan Mengapa tujuan manajemen keuangan untuk memaksimalkan harga
saham perusahaan saat ini? Dengan kata lain, mengapa bukan tujuan untuk
memaksimalkan harga saham di masa mendatang
Jawaban:
Tujuan
manajemen keuangan memaksimalkan nilai saham saat ini adalah untuk memenuhi
kepentingan pemilik saham. Dengan mendapatkan kepercayaan investor (pemegang
saham), nilai perusahaan saat ini menjadi baik juga di mata calon investor dan
kreditur. Hal ini memungkinkan perusahaan mendapatkan sumber pendanaan lebih
besar untuk operasi perusahaan. Memaksimalkan nilai saham saat ini diharapkan
dapat meningkatkan profit dan meningkatkan nilai saham di masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar